Rusa sebagai hewan ternak 2

Dari hasil penelitiannya menyimpulkan, pengembangan rusa timor dalam bentuk usaha komersial mampu memberikan keuntungan yang cukup besar dari hasil penjualan rangga muda, rangga tua, penjualan hewan hidup, penjualan tiket rekreasi, serta mampu menurunkan biaya untuk membayar tenaga kerja dan biaya untuk perawatan rusa selama kurun waktu 18 masa panen. Besarnya keuntungan yang diperoleh rata-rata mencapai 100% dari sasaran yang diharapkan. Pengembangan rusa untuk menghindari kepunahan di masa yang akan datang dapat dilakukan dengan tujuan ganda, yaitu gabungan usaha konservasi dan usaha komersial.

Tidak hanya keuntungan finansial saja, tetapi keuntungan ekonomi yang lebih luas, seperti penyerapan tenaga kerja bagi bagi masyarakat, rekreasi, dan keuntungan yang diperoleh dari penjualan beberapa komoditi rusa yang cukup potensial. Pengembangan usaha ini, perlu kebijakan berupa: (a)perluasan areal (b)sosialisasi pada masyarakat untuk pengembangan rusa dengan tujuan ganda (c)penetapan peraturan pemerintah mengenai budidaya hewan ini (d) publikasi mengenai tempat wisata, dan sebagainya. Disarankan, infrastruktur hukum sebagai kendala utama harus segera mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah, untuk mengubah opini masyarakat tentang usaha budidaya rusa di Indonesia.

Sebagai aset komoditi peternakan yang dapat beredar secara terbuka, diperlukan juga penataan pasar dalam mengembangkan usaha budidaya rusa timor secara komersial. Sebelum keluarnya PP No.7/1999 rusa tidak termasuk jenis yang dilindungi, malinkan sebagai satwa bekeru, penangkapannya diatur melalui undang-undang perburuan dan bebas sebagai satwa piaraan.

Masyarakat bisa memeliharanya dalam bentuk ranching (penggembalaan atau peternakan ekstensif) atau ½ insentif (pengandangan dam poddock-poddock). Kita bisa menghitung berapa ratus ribu populasi rusa di Indonesia dan apabila 10% saja yang dimanfaatkan, betapa besar daging rusa tersedia mengisi kekurangan daging sapi yang harus kita impor. Peternakan rusa mempunyai masa depan yang baik, karena daging rusa mempunyai potensi besar untuk dipasarkan, baik didalam maupun diluar negeri dengan spesifikasi kadar lemak rendah, rasa khas dan dipercaya dapat meningkatkan kesehatan, stamina, selain itu juga dari hasil rusa ini berupa tanduk, testis, ekor dan lain-lain dapat digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional China dan punya potensi dipasarkan secara lokal bahkan ekspor.

Melihat potensi tersebut, ternak rusa mempunyai prospek yang menarik untuk dikembangkan sebagai komoditi unggulan baru di wilayah Kalimantan, Jawa, dan Papua pada bidang peternakan kemudian bisa diusahakan ke arah agribisnis dan agroindustri bahkan sangat dimungkinkan untuk dikembangkan ke arah pengembangan agrowisata sebagai salah satu obyek wisata baru.

Daftar Pustaka Riady, Mathur. 2005. Jurnal Upaya Pengembangan Industri Peternakan Nasional Bebas Dari Penyakit-Penyakit Strategis. Jakarta: Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian.

Share

6 comments for “Rusa sebagai hewan ternak 2

  1. at 10:01 AM

    Yth Penulis tentang Rusa,

    Saya ada ranch seluas 29 HA. rencana mau dibuat padang rumput untuk ternak rusa, mohon info dimana saya dapat membeli rusa bakalan, jika mungkin termasuk penawaran harga franco bogor

    thanks
    darwin

  2. zulfikar
    at 10:18 PM

    Saya mempunyai lahan 2 hektar mau saya jadikan tempat peternakan rusa dimana saya harus membelinya dan berapa no telp yang bisa say hubungi mohon bantuannya

  3. at 10:42 AM

    saya penjual daging rusa jika membutuhkan hubungi email saya

  4. dode yogiswara
    at 10:41 AM

    Dear,
    mohon informasi untuk peternakan rusa di daerah bali.
    trims
    yogi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *