Ngenesnya bibit ternak sapi unggulan Indonesia

Potensi plasma nutfah Indonesia memang sangat berlimpah. Sebagai contoh, di Indonesia banyak sekali terdapat bibit-bibit ternak unggulan seperti Sapi bali, Sapi Sumba Ongol, sapi Madura, Sapi Aceh, serta sapi dari pesisir selatan. Sangat disayangkan sapi-sapi unggul tersebut tidak dikembangbiakkan sebagaimana mestinya. Akibatnya ukuran tubuh dari sapi-sapi ini semakin mengecil.

Bibit ternak sapi lokal secara genetik mempunyai potensi produksi yang bagus bahkan dalam kondisi lingkungan yang minimal, meskipun dari segi bobot tubuh memang sapi lokal hanya sekitar 80 persen dari sapi impor.

Tanpa kita sadari, bibit unggul ternak lokal Indonesia disinyalir sudah dikembangbiakkan oleh beberapa negara asing, di antaranya adalah sapi Bali yang dikembangkan oleh Malaysia di Negara Bagian Sabah. Menurut dugaan banyak ahli , bibit ternak sapi tersebut akan dikawinkan dengan jenis lain, kemudian hasil ‘cross breed’ atau silangan itu yang mereka klaim sebagai bibit ternak unggul mereka

Selain Malaysia, Australia juga disinyalir mulai mengembangbiakkan bibit sapi Sumba Ongol. Bibit-bibit ternak unggul yang merupakan kekayaan sumberdaya genetik asli Indonesia tersebut diduga bisa sampai ke tangan pengusaha Malaysia dan Australia melalui pebisnis lokal. Sesungguhnya , sesuai dengan aturan yang berlaku, daerah atau swasta dilarang mengekspor bibit ternak lokal. Akan tetapi pada prakteknya sulit sekali untuk melakukan kontrol atas peraturan ini.

Bagaimana upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah praktek-praktek seperti ini ?. Menurut Dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Luki Abdullah, MSc, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu :

  • Pemerintah segera melakukan investigasi dengan mengirimkan tim ahli ke negara-negara tersebut, untuk membuktikan kebenarannya.
  • Pemerintah juga harus segera melakukan promosi bibit ternak lokal unggulan, sebelum negara lain mengklaim jenis tersebut sebagai kekayaan asli mereka.
  • Pemerintah harus segera memulai proyek “National breed”, membantu pemerintah daerah untuk mengembangkan bibit lokal, melokalisasi dan mengelolanya dengan maksimal agar bibit-bibit unggul tersebut bisa berkembang menjadi bibit ternak unggul nasional, serta memantau distribusinya.
  • Pemerintah harus lebih fokus pada pemanfaatan bibit lokal yang bisa dijamin keberlanjutan populasinya.
  • Meningkatkan kemampuan akses peternak untuk memperoleh Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS). Dengan bunga lima persen, kredit ini akan sangat membantu untuk mengembangkan bibit unggul sapi lokal.

Semoga kita tidak lagi “kecolongan”, seperti pada kasus pencurian aset-aset  nasional lainnya…….

Sumber :

Share

9 comments for “Ngenesnya bibit ternak sapi unggulan Indonesia

  1. at 1:48 PM

    Saya ingin menawarkan Bakalan SAPI LIMOSIN dalam jumlah besar (sampai 200 ekor).
    Umur 4-6 bulan, posisi di pasuruan
    Harga Bersaing….!!

    Bisa langsung hubungi saya di
    email : wiendyn@gmail.com
    telp/sms : 085640023900

    Thx….Hidup SAPI…

  2. at 2:12 AM

    Terimakasih penawaran nya akan segera saya kontak…

  3. mitra satwa mandiri
    at 7:10 PM

    Kami menjual Obat-obatan hewan ternak dan hewan kesayangan dari berbagai produsen obat dan importir. Melayani grosir dan eceran untuk
    wilayah Banyumas, Cilacap, Brebes dan Tegal. HARGA TERJANGKAU!
    Kontak kami: 085221481571.
    Obat Scabies (budug, gudig), Vitamin, Perangsang napsu makan, Penggemuk dan pakan tambahan. Juga menyediakan bahan untuk fermentasi
    pakan ternak.

    Mitra Satwa Mandiri
    MITRA PETERNAK DAN PEDAGANG HEWAN!! Kontak kami: 085221481571
    – Obat scabies (gudig,budug) eceran mulai Rp.4000 -an
    – Mineral biasa dan premix (sapi, kambing, babi) mulai Rp 5000-an/kg
    – Vitamin B12 mulai Rp. 14.000 -an. Vitamin B-Complex mulai Rp 5.600-an

    Juga tersedia BERBAGAI OBAT HERBAL PERANGSANG NAPSU MAKAN dan OBAT PENGGEMUK.
    HARGA SANGAT TERJANGKAU!!

  4. munteeee
    at 9:08 PM

    hallah, buat apa ada IPB, gk usah ngoyo ngurusin pencurian2 lah, IPB harusnya punya inisiatif donk ! jangan cuma diatas kertas doank ! di lapangan gak bisa ! apaan !ngenes sy ngeliat Indonesia lewat IPB ! gak usah di pakek gelar profesor doktornya kalo gak berguna, malah berat2in menjelang mati !

  5. at 5:10 PM

    wong lulusan IPB itu mayoritas kerjanya luar bidang yg di pelajarinya ,malah temenku lulusan IPB kerja di bidang Pasar Modal,Jurnalistik…ya gimana mau maju kalau begini caranya .
    apa salah dari Pemerintah kita ya ,yang gak peduli dan gak pernah mau berusaha untuk mengembangkan potensi bidang pertanian dan peternakan yang sebenarnya berlimpah.
    YaH beginilah hidup di negara yg aparatnya cuma mikir komisi dan proyek untuk di korupsi….apezzzzz…sampai kapan Indonesiaku begini?????

  6. SUHARDI
    at 11:19 PM

    Semar: Sangat setuju, aparat kita pada umumnya hanya ngitung berapa ia dapat, apa2x nunggu proyek tidak ada inisiatif, apalagi bid peternakan, tdk begitu ,menjanjikan, klo ada proyek saja sibuk, setelah dpt komisi ya sdh, mati orang lain biarlah, contoh aja di daerahku bibit IB sampai kosong berbulan2x blm ada tindakan yg nyata.

  7. jasra
    at 5:09 PM

    Saya sedang mencari sapi lokal pejantan sebanyak 1000 ekor, kalau bisa disatu tempat/kabupaten.Harga beli 20.000/kg dalam bobot hidup.Kalau ada informasi lebih lanjut hubungi saya di email saya.

  8. at 11:23 PM

    memang sangat memprihatinkan sekali…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *