JANGAN MAKAN DAGING SAPI

Ya bener jangan makan daging sapi sebelum anda baca artikel ini. Jangan makan daging sapi kalau pilihan nya antara daging sapi dengan daging kambing. Ya karena daging kambing lebih bagus kandungan gizinya daripada daging sapi

Dan banyak sekali mitos yang menyebutkan bahwa daging kambing yang dimasak dengan cara tertentu dapat menambah vitalitas kaum pria, anda tentu ingin vitalitas anda tetap terjaga kan??Apa pernah anda mendengar jika daging sapi bisa menambah  vitalitas?tidak kan,..jadi  kalau ingin menambah vitalitas sebaiknya hindari daging sapi dan dekati daging kambing.

Walaupun hanya mitos tapi sudah banyak orang yang mengkonsumsinya dan percaya bahwa daging kambing benar benar memiliki khasiat yang hebat. Jadi sebelum memakan nya silahkan percayai dan sadari bahwa daging kambing ini akan menambah vitalitas anda. Tentunya dengan jumlah yang sesuai.

Coba secara sekilas mari kita lihat kandungan gizinya

Memang benar daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lumayan tinggi. Namun kandungan lemak tak jenuhnya tidak lebih tinggi dibanding daging bewarna merah lain seperti daging sapi atau daging babi.

Sebagai perbandingan, berikut komposisi lemak dan kolesterol beberapa daging per 100 gram.

Berdasarkan publikasi yang dilakukan oleh USDA, daging kambing mentah memiliki kandungan lemak 50 persen-65 persen lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi, akan tetapi kandungan proteinnya hampir sama. Daging kambing juga memiliki kandungan lemak 42 persen-59 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan daging domba.

Hal yang sama juga dilaporkan untuk daging yang sudah dimasak. Disamping itu, persentase lemak jenuh daging kambing 40 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan daging ayam (tanpa kulit) dan masing-masing 850 persen, 1.100 persen, dan 900 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan daging sapi dan domba.

Berdasarkan hasil penelitian Devendra, asam lemak yang terkandung pada daging kambing sebagian besar (68,5-72,3 persen) terdiri dari lemak tidak jenuh. Daging kambing mengandung asam lauric, myristic, dan palmitic yang merupakan asam lemah tidak jenuh yang tergolong kedalam kelompok nonhypercholesterolemic masing-masing sebanyak 2,0, 2,6, dan 27,6 persen. Disamping itu, daging kambing mengandung asam lemak tidak jenuh oleic (C:18.1) sebanyak 30,1-37,0 persen, linoleic (C18.2) sebanyak 13,4 persen, dan linolenic (C:18.3) sebanyak 0,4 persen.

Apabila kita berpikir tentang lemak ?jahat?, maka berpikirlah tentang lemak jenuh. Sebagian besar lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner. Lemak jenuh mudah dikenali dari bentuknya, yaitu berbentuk padat atau berlilin (waxy) pada suhu ruangan. Lemak jenuh banyak ditemukan pada produk-produk hewani, seperti daging yang berwarna merah, produk-produk yang berasal dari unggas, mentega dan susu murni (whole milk). Dari bahan nabati, sumber lemak jenuh dapat ditemukan pada minyak kelapa, minyak sawit dan beberapa minyak tropis lainnya.

Daging kambing juga memiliki kandungan besi, kalium, dan thiamin yang lebih tinggi dibandingkan kebanyakan daging lainnya (Eastridge and Johnson, 1990). Lebih rincinya, 100 gram daging kambing mengandung 209 miligram kalium, 8,8 mikrogram selenium, dan 4 miligram seng.

Daging kambing juga merupakan sumber protein hewan berkualitas tinggi dengan risiko absorbi kolesterol  yang  rendah (USDA).

Daging kambing mengandung semua asam amino esensial dan mengandung lebih rendah kalori. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa susu dan daging kambing tergolong ke dalam bahan makanan yang bersahabat dan sehat untuk dikonsumsi,

Walaupun demikian, apa bila dikonsumsi berlebihan, tetap saja tidak baik. Walaupun kadar asam lemak jenuh dan kolesteronya kurang lebih sama dengan daging-daging lainnya, namun kalau dikonsumsi berlebihan, tetap saja akan mempertinggi resiko terkena berbagai penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, hiperkolesterolemia. Apa lagi, dalam setusuk sate kambing, untuk menambah kelezatannya, juga terdapat lemak (gajih). Pada sop kambing, selain daging dan lemaknya, juga dimasukan jeroan seperti usus, babat yang notabene adalah sumber kolesterol. Nah, hal inilah yang perlu diperhatikan.

Beberapa fakta tersebut seperti yang telah dijelaskan di atas menunjukkan bahwa kambing tanpa mempertimbangkan umur, bangsa, dan daerah pemeliharaannya berperan dalam menyediakan daging berkualitas tinggi dan juga sumber lemak yang sehat dengan risiko mengonsumsi kolesterol yang minimum.

Jadi kalau anda sate kambing karena takut dengan mitos bahwa kolesterol daging kambing lebih tinggi, sadarlah dengan segera konsumsi 
,semuanya kembali lagi kepada anda kan,..

Share

13 comments for “JANGAN MAKAN DAGING SAPI

  1. at 8:10 AM

    saya sendiri memang lebih suka daging kambing, lebih nikmat makan sate atau gulai kambing

    dengan resiki tekanan darah tinggi

  2. at 1:23 PM

    Saya sih lebih milih daging udang… 😀

  3. at 3:25 PM

    Why?kenapa kita tidak boleh?apa masalahnya?

  4. at 7:43 PM

    yang terpenting adalah temukan eluang untuk menjual langsung ke buyer, jadi kunciya adlaah temukan dahulu buyernya baru mulai usahanya,..

  5. at 5:40 PM

    saya sediqi emang gak suka sama daging kambing

    tetapi setelah saya baca artikel ini ternyata daging kambing tidak seburuk yang saya pikirkan,,,

  6. at 5:41 PM

    saya sendiri sih gak suka daging kambing

    tetapi setelah saya baca atikel ini ternyata daging kambing itu baik juga,,

  7. at 3:37 PM

    daging kambing enak loh, tapi emang harus lebih di masyarakatkan lagi…. hohoho

  8. at 1:34 PM

    oke aja namanya daging

  9. at 1:35 PM

    oke aja namanya daging sapi

  10. hafidz
    at 2:07 PM

    Kebanyakan orang keliru antara kambing dan domba. Khusus untuk daerah Jawa Barat, Banyak juga mereka si penjual sate menyamakan daging kambing dan domba. Padahal kedua daging tsb berbeda. Jadi kalau beli daging kambing, pastiin lagi tanya ke abang2nya. “Ini kambing atau domba?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *