Burung

BURUNG, sudah banyak yang tau bagaimana rupa burung kan?Tapi apa sudah tau bagaimana sejarah dari burung ini?

Burung

Burung adalah salah satu dari banyak hewan yang bertulang belakang, burung memiliki bulu dan sayap. Foisl tertua dari burung diketemukan di daerah jerman dan terkenal sebagai Archaeopteryx. Ada berbagai jenis burung, sangat bervariasi. Mulai dari jenis burung kolibri yang tubuhnya kecil dan mungil, hingga burung unta yang lebih tinggi dari orang.

Diperkirakan terdapat sekitar 8.800 – 10.200 spesies burung yang ada di seluruh dunia. Yang bisa diketemukan di Indonesia sekitar 1500 spesies burung. Secara ilmiah berbagai jenis burung ini digolongkan ke dalam jenis Aves.

Setiap harinya Kebanyakan burung harus makan makanan sekurang kurangnya setengah dari berat badan mereka.

Burung ini telah memberikan manfaat yang luar biasa pada kehidupan manusia. Banyak macam burung telah didomestikasi – dipelihara oleh manusia, diantaranya adalah ayam, kalkun, angsa dan bebek, mereka dipelihara untuk dijadikan sumber protein, baik daging maupun telurnya.

Banyak spesies burung yang telah membangun populasi perkembangbiakan di wilayah mereka yang diintroduksi oleh manusia. Beberapa introduksi memang disengaja; contohnya Puyuh Biasa, diintroduksi ke seluruh dunia sebagai burung buruan.[6] Yang lain karena ketidaksengajaan, seperti pembentukan populasi Parkit Pendeta liar di beberapa kota di Amerika Utara setelah pelarian mereka dari penangkaran.[7] Beberapa spesies, termasuk Kuntul Kerbau,[8] Karakara Kepala-kuning[9] dan Kakatua Galah,[10] memiliki telah menyebar secara alami melampaui rentang asli mereka sebagai praktek agrikultural yang membuat habitat baru mereka yang sesuai.

Sebagian besar burung menempati berbagai lokasi dalam ekologi. Sementara beberapa burung umum yang lain menempati tempat yang sangat khusus di habitatnya atau berdasarkan dimana letak jenis makanannya berada. Bahkan di dalam sebuah habitat tunggal, seperti hutan, area ini bisa ditempati oleh berbagai jenis burung yang bervariasi, dengan beberapa spesies hidup dalam hutan kanopi, beberapa di bawah kanopi itu sendiri, serta beberapa yang lainnya dalam dalam hutan itu sendiri. Burung yang hidup di sekitar perairan umumnya mencari makanan dengan memancing, memakan tanaman, dan membajak makanan hewan lain. Burung pemangsa mengkhususkan diri pada berburu hewan atau burung lain.

Indonesia menjadi pemilik dari 1.594 jenis spesies burung dan menjadi negara ke lima terbesar dunia dari 10.000 jenis satwa itu yang kini berkembang biak.[11] Hanya saja populasi yang banyak itu kini terancam punah akibat rusaknya habitat mereka yang menjadi tempat berkembang biak dan mencari makanan. Kini lima puluh persen jenis burung di dunia terancam punah karena habitatnya terusik kegiatan manusia.

Semisal, jenis-jenis merpati hutan (Columba sp.), uncal (Macropygia sp.), delimukan (Chalcopaps sp. dan Gallicolumba sp. ), pergam (Ducula sp.), dan walik (Ptilinopus sp.) merupakan keluarga merpati yang memiliki ketergantungan sangat tinggi dengan habitat hutan.

Catatan fosil menunjukkan burung berevolusi dari dinosaurus theropoda selama periode Jurassic, sekitar 150-200 juta tahun yang lalu, dan burung diketahui paling awal adalah Archaeopteryx pada periode akhir era Jurasik, sekitar masa 150-145 juta tahun lalu. Kebanyakan ahli paleontologi menganggap burung sebagai satu-satunya clade dinosaurus yang selamat dari kepunahan pada jaman Cretaceous-Tersier sekitar 65,5 juta tahun lalu.

Burung modern dicirikan oleh adanya bulu, paruh tanpa gigi, telur bercangkang keras, tingkat metabolisme yang tinggi, memiliki empat bilik jantung, dan tubuh yang ringan tapi berkarangka kuat. Semua burung memiliki forelimbs yang diubah fungsi sebagai sayap dan dapat terbang dengan beberapa pengecualian termasuk ratites, penguin, dan sejumlah spesies endemik berbagai tempat di dunia. Burung juga memiliki pencernaan yang unik dan sistem pernapasan yang disesuaikan untuk kegiatan terbang. Beberapa jenis burung, terutama corvids dan beo, adalah salah satu spesies hewan paling cerdas; beberapa jenis burung yang telah diamati manufaktur dan menggunakan alat-alat, dan banyak spesies sosial budaya menunjukkan transmisi pengetahuan di seluruh generasi.

SUARA BURUNG yang baik dihansilkan melalui berbagai macam metode mastering. Metode mastering dilakukan agar suara burung dapat menjadi merdu dan enak didengar.

Share

1 comment for “Burung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *