Budidaya Lele Sangkuriang

Budidaya lele sangkuriang seperti halnya budidaya lele jenis lain dapat dilakukan pada semua jenis kolam. Bisa kolam tanah, kolam semen, maupun kolam terpal. Dapat juga menggunakan kolam dengan media lain. Kolam tersebut haruslah memiliki ketinggian antara 1m – 100m dpi. Air yang digunakan bisa berasal dari mata air atau sumur, aliran sungai  atau irigasi bisa juga memakai air hujan yang telah dikondisikan sedemikian rupa sehingga dapat dipakai.

Lele sangkuriang dapat dibudidayakan di kolam dengan luas terbatas namun memiliki kepadatan tinggi. Biasanya hal yang ini dilakukan pada usaha skala rumah tangga atau usaha kecil. Dengan modal yang kecil dan seminimal mungkin kolam dapat dibuat dengan menggunakan terpal, sumber makanan bisa didapat dari makanan alami atau makanan lain yang memungkinkan.

Lele sangkuriang dapat dibudidayakan dan dijadikan model bisnis yang baik. Ada beberapa kegiatan yang  dilakukan diantara lain adalah pembenihan lele sangkuriang, pembesaran benih dengan beberapa ukuran dan pembesaran atau penggemukan lele sangkuriang sehingga memungkinkan untuk dikonsumsi.

Untuk model pembenihan diperlukan indukan lele sangkuriang yang memiliki kualitas dan genetika yang baik. Usia indukan harus diperhatikan dengan baik. Setelah masa penetasan sebaiknya benih lele sangkuriang dipelihara pada kolam lumpur atau kalau bisa sawah dan disediakan pakan alami yang cukup sehingga dapat berkembang secara alami pula.

Karena jenis lele sangkuriang saat ini sudah mulai banyak dikenal orang, sehingga sudah mulai popular, permintaan lele sangkuriang juga  semakin meningkat, ketersediaan benih juga semakin meningkat. Karena itulah usaha atau bisnis pembenihan lele sangkuriang juga sangat menarik untuk dikerjakan. Benih yang sudah ditebar pada kolam lumpur/sawah sudah bisa dipanen sebagai benih ukuran 5-7 cm pada usia 30-40 hari.

Bagi yang sudah merasakan rasa daging lele sangkuriang, tentunya akan tersadar betapa tebal, empuk dan gurihnya rasa lele sangkuriang ini. Banyak yang suka dan hal itu memicu meningkatnya permintaan yang semakin banyak. Selain rasanya enak pertumbuhan dan waktu produksinya sampai di panen pun lebih cepat daripada jenis lele lain. . Untuk benih yang ditabur pada ukuran 5-8 cm dalam masa pemeliharaan 130 hari sudah bisa dipanen dalam bobot 200 sampai 250 gr/ekor. Biasanya ada Lele Sangkuriang yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dari ikan lainnya, secara berkala misalnya satu bulan sekali, Lele Sangkuriang dipisahkan berdasarkan ukurannya. Hal ini dilakukan agar ikan yang pertumbuhannya lebih lambat tidak kalah dalam bersaing mengkonsumsi makanan. Selain itu ikan yang pertumbuhannya cepat bisa dipanen dalam waktu yang lebih cepat.

Lele sangkuriang dasaranya adalah hewan omnivora. Lele ini juga tidak terlalu memilih jenis makanannya. Makanan alami nya ludes dimakan, begitu juga dengan makanan yang berupa pellet. Jika melakukan budidaya lele sangkuriang dalam jumlah besar maka yang paling efisien adalah member makan dengan pellet. Untuk menghitung berapa banyak sebaiknya memberikan pellet per hari bisa dengan mengkalikan berat total lele sangkuriang yang dilepas di kolam dengan 2-5% per hari. Cara menghitungnya dengan mengambil sampel beberapa Lele Sangkuring kemudian ditimbang. Untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan, makanan dicampurkan dengan probiotik. Menurut pengamatan beberapa petani dan peneliti probiotik mampu meningkatkan efisiensi pencernakan makanan sehingga ikan lele menjadi cepat besar dan bobot bertambah.

Pakan dapat diberikan dengan frekuensi 3-4 kali setiap hari. Komposisi makanan bisa berupa campuran dedak halus dengan ikan rucah, memakai perbandingan 1:9. Atau bisa juga campuan dedak halus. Bekatul, jagung,  kemudian ditambahkan bekicot yang sudah dicincang. Perbandingannya adalah 2:1:1:1. Campuran campuran tersebut dapat dibentuk seperti pellet kemudian di berikan kepada lele sangkuriang.

Secara umum dapat diperoleh kesimpulan, karena banyaknya permintaan dari konsumen yang sudah cocok dengan rasa daging lele sangkuriang, sehingga permintaan meningkat, budidaya lele sangkuriang layak dilakukan.

Share

3 comments for “Budidaya Lele Sangkuriang

  1. ilham
    at 8:00 PM

    saya juga punya kolam lele dirumah,..hasilnya mantab,..tiap hari bisa panen,..mantab,….ayo kita lebih populerkan lele…

  2. andi mur
    at 9:53 PM

    Kalau ternak sangkuriang pakai kolam terpal kira2 agus gk ya??

  3. andy
    at 8:45 AM

    UD. NABILA LELE

    Kami petani lele dari Sleman-Yogyakarta yang sudah berpengalaman. Kami menjual induk dan bibit lele sangkuriang berbagai ukuran. Melayani pengiriman keluar kota dan luar pulau. Alamat : Jl. Kaliurang Km 13,5 Sleman-Yogyakarta.
    Bibit lele yang kami hasilkan adalah bibit lele berkualitas, telah terbukti dengan penanganan yang baik dan benar bibit lele hasil dari produksi kami dapat berkembang dengan baik dan cepat pertumbuhannya. Berikut kami informasikan data dari tempat usaha pembibitan lele kami :
    Jenis : Sangkuriang (Sertifikat)
    Sistem : Intensif.
    Pemijahan : Alami.
    Sumber air : Air tanah / sumur.
    Kolam : Terpal dan semen
    Pakan : Cacing sutra.
    Pengangkutan:Dikemas dlm kotak styrofoam penahan panas, tahan sampai 19 jam.
    Kota tujuan : Seluruh Indonesia.
    Kapasitas pengiriman :
    UKURAN : KAPASITAS / Ekor / BOX :
    2-2 cm : 15.000.
    2-3 cm : 8.000.
    3-4 cm : 7.000.
    3-5 cm : 5.000.
    4-6 cm : 4.000
    5-7 cm : 3.000
    Induk : 15.
    Untuk informasi harga murah berkualitas silahkan contak person Andy 085753563403 / 081227354545, kunjungi blog kami di http://www.mbenih.blogspot.com atau datang langsung ke lokasi pembibitan kami di Jl.Kaliurang Km 13,5 Sleman (10 meter selatan Honda AHASS)
    Datang….Lihat dan tentukan keputusan yang terbaik bagi anda…..

    Catatan :
    Cara mempersiapkan air kolam terpal/semen sebelum bibit ditebar :
    a) Masukkan air setinggi 30 cm dengan cara dipercikkan
    b) Tebar garam ikan/garam grasak 100 g / m2
    c) Diamkan selama 3 hari
    d) Masukkan urea 10 g / m2 dan katalis plankton (probiotik) yang mengandung bakteri nitro (Em4, Sell multi) dosis 10 ml / m2
    e) Diamkan selama 5 hari sampai air berubah warna kuning kehijauan
    f) Volume air ditambahkan hingga 60 – 70 cm dan bibit siap ditebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *